Sabtu, 04 April 2015

Apa Kabar? Masih Rajin ke Gereja, kan?

Maaaaaaasssss
Apa kabaaaaar?
Sekolah dimana sekaraang?

Nggak kerasa udah 2 tahun lebih mas.
Walau aku sempat menemukanmu beberapa waktu yang lalu.
Kamu kini hilang lagi.
Dimana? Aku tak tau.

Mas, baikan yuk mas.
Temenan lagi, biar aku bisa cerita-cerita.
Sebagai kakak kelas, bukan sebagai mantan.

Gak nyangka aja tiba-tiba terentang jarak diantara kita.
Jarak yang begitu jauh.
Hingga aku tak dapat meraih tanganmu.
Dan kau tak akan menoleh ketika aku memanggilmu.

Padahal aku rindu.
Ingin bercerita.
Tentang hatiku.
Aku hanya ingin kau tahu.

Bahwa,
Mas, susah sekali rasanya menerima cowok setelah putus sama kamu.
Susah juga rasanya dapetin cowok yang aku taksir.
Sekalinya udah deket aja, akunya ditinggalin.

Tiba-tiba aku pengen ketemu kamu mas.
Pengen nanya.
Kamu kenal gak sama angin? Kenal sama bintang?
Mereka dua orang yang bikin aku menangis.
Setelah aku puas menangisimu.

Kalau mungkin mas nggak kenal, nggak apa.
Aku cuma pengen cerita aja.
Mas mau kan mendengarkan?

Walau aku nggak tau kamu sedang apa.
Sedang berada dimana.
Dan bersama siapa.
Aku yakin kau sedang memandang gerhana yang sama.

Walau aku menikmatinya sendirian di bawah langit.
Aku tak peduli kalau kau berduaan.
Cuma ingin minta waktumu.
Sedikit saja, untuk mendengarkan ceritaku.

Dan aku sebenarnya sudah hampir lupa.
Sama kenangan-kenangan kita.
Tapi masih saja aku segan untuk beli es buah dekat stasiun.
Karena rasanya aku cuma berani kesana sama kamu.

Aku itu penasaran sekarang Mas sehari-hari ngapain.
Sepeda Mas sekarang apa.
Helmnya apa.
Hapenya apa.
Apa sudah ganti?

Dan apa jaket dariku masih dipakai?
Atau sudah dijadikan serbet?
Kaos dariku juga. Apa sudah jadi keset?

Dan...rumahmu.
Apa masih disitu mas?
Dan...gerejamu.
Apa masih rajin ke gereja mas?
Karena aku sudah tak lagi berpapasan dengan mobilmu.
Apa mobilmu sudah ganti juga?

Begitu banyak perubahan terjadi padamu.
Hingga aku tak dapat mengenalimu.
Dan aku tak dapat memanggil namamu.
Karena aku tak tahu siapa orang yang ada di depanku.

Mas, jangan nakal-nakal.
Kasian bapak sama ibukmu.
Semoga studimu cepat selesai.
Katanya mau kuliah di ITS, nggak jadi?

Sudah ya mas, sekian dulu sapaanku pada malam gerhana.
Semoga cepat dibalas pesan facebookku.
Semoga kita bisa bertemu.
Selanjutnya aku akan menceritakan semuanya padamu.

Selamat Malam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar