Kamis, 17 Maret 2016

Selamat!

Dear,
Hoping.

Tiga malam ini aku mimpiin kamu.
Yang membuatku patah berkeping-keping.

Tapi nggak sia-sia.
Karena ujungnya indah seperti ini.

Ternyata, oleh-oleh keberhasilan itu datang.
Tentu saja bukan untukku.
Tapi aku ingin mengucapkan selamat yang tulus dan panjang.
Dengan semu, tanpa berjabat tangan.

Jangan bilang meskipun, karena masih yang pertama.
Tapi semoga, keberhasilan ini akan disusul dengan yang berikutnya.

Waktu yang dibutuhkan memang nggak sebentar.
Tenaga dan pikiran juga banyak dicurahkan.
Tapi disini aku ada, dengan doa.
Yang semoga bisa mengantarkan pada akhir yang kamu harapkan.

Kalau kata Cintya aku adalah wafer, yang patah dan meninggalkan banyak remah.
Maka akan lebih banyak lagi remahnya.
Karena hari ini aku patah.

Aku nggak tahu,
Apakah dari sekian tayangan artikel ini nanti,
akankah kamu adalah salah satunya?

Mungkin, kata-kata dariku bukan yang kamu tunggu.
Aku cuma mau bilang selamat,
dan semangat.
Aku harap kamu baca.

Love,
Flying.

Senin, 07 Maret 2016

Sengaja.

Kamu adalah hati yang sengaja ku hilangkan.
Agar suatu saat nanti,
aku tidak kaget bila ada yang hilang.

Dan ketika aku sampai pada suatu tempat yang membuat ingatanku mencumbu kamu,
Aku tidak perlu heran.
Karena kamu memang sudah hilang.

Yang dengan sengaja tidak ku toleh saat kau ditiup angin.

Yang sengaja tidak ku lihat saat kau pergi.