Minggu, 30 Maret 2014

"Bintangku Jatuh!"

Dulu malamku selalu terisi oleh dirimu
Sesak akan bayang wajahmu
Cerah serupa sinar wajahmu
Serta tenggelam dalam bisik persahabatan kita

Dan kau yang dulu menjadi bintangku
Terima kasih atas kesediaanmu menggantung pada setiap langit malamku
Terima kasih atas kesediaanmu hadir di sampingku sampai selarut ini
Terima kasih atas kesediaanmu menerangi lelapku hingga fajar nanti

Sabtu, 22 Maret 2014

Bibirku yang Kini Bisu di Hadapanmu.

Maafkan aku untuk yang kesekian kalinya.
Pagi ini aku lagi-lagi menuliskan tentangmu, kawan. Apa kabar dirimu setelah sekian lama? Dan apa yang sedang kau lakukan pagi-pagi begini?

Kawanku yang teramat ku senang.
Mungkin perasaan ini telah pudar. Perasaan menyenangismu atau hasrat ingin memilikimu. Meski sejujurnya aku tak pernah ingin memilikimu. Aku yang telah lama tak bertanya kabarmu, begitu pula dirimu. Kita, yang telah saling lupa atau pura-pura lupa. Sekali lagi, apa kabar?
Alangkah indahnya cuaca pagi ini yang ku harap sama cerahnya dengan keadaanmu, disana.