Kamis, 12 Maret 2015

Untuk: Ibukmu.

Ibuk,
Terima kasih sudah melahirkan anak yang begitu manis.
Yang pernah membuatku berbunga walau pada akhirnya jatuh.
Yang pernah membuatku semangat datang ke sekolah walau pada akhirnya rapuh.
Yang pernah menjadi teman belajarku lewat wa, walau akhirnya saling tak menyapa.

Ibuk,
Aku harap anak ibuk menjadi anak yang baik.
Meski telah banyak air mata jatuh karenanya.
Semoga anak ibuk dapatkan cinta yang baik.
Diantara sejuta gadis yang memimpikannya.
Semoga anak ibuk selalu membahagiakan kedua orang tuanya. Dalam diam tawanya.

Ibuk,
Aku pernah sangat mencintainya.
Dan belum bisa benar-benar melupakannya.
Aku pernah sangat menginginkannya.
Dan belum bisa berhenti merindukannya.
Aku pernah dibuat tidak bisa belajar.
Karena terus memikirkannya.

Ibuk,
Air mataku pernah jatuh karenanya.
Namun jantungku belum bisa berhenti berdebar - saat berada di dekatnya.
Dan kata-kataku menari dengan indahnya - lagi-lagi karena dia.

Ibuk,
Bagaimana aku bisa mengabaikan tatapannya?

Ibuk,
Bagaimana aku harus merespon senyumnya?

Ibuk,
Ajari aku untuk tidak menoleh ke arahnya.

Ibuk,
Ajari aku untuk menunduk dan tidak membalas senyumnya.

Ibuk,
Tolong katanya padanya, jangan pernah menoleh dan tersenyum.
Karena aku lelah sakit, lelah berdebar, lelah menangis - karena dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar